Pratima Sherpa adalah sosok inspiratif yang namanya kini dikenal luas di dunia golf internasional. Ia bukan hanya sekadar pegolf amatir wanita, melainkan simbol harapan dan representasi perjuangan olahraga di Nepal, negara yang jarang terdengar dalam kancah golf dunia. Lahir pada 27 November 1999 di Kathmandu, Nepal, Pratima dibesarkan dalam kondisi sederhana di sebuah bangunan pemeliharaan yang terletak tepat di belakang lubang ketiga Royal Nepal Golf Club, tempat kedua orang tuanya bekerja sebagai petugas keamanan sekaligus pemelihara lapangan.
Dari lingkungan inilah kedekatannya dengan golf berawal. Meski datang dari latar belakang yang sangat sederhana, Pratima memiliki tekad kuat untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi besar. Keinginannya untuk menjadi pegolf profesional pertama dari Nepal telah membawanya menempuh perjalanan panjang, termasuk pindah ke Amerika Serikat demi memperdalam latihan sekaligus pendidikan. Berikut informasi lengkap dari GoGolf Indonesia.
Profil dan Karier
Perjalanan karier Pratima dimulai sejak usianya masih sangat belia. Pada usia 11 tahun, ia sudah terjun ke berbagai turnamen golf di Nepal. Selama kurun waktu enam tahun pertama, ia berhasil memenangkan 33 trofi, pencapaian yang luar biasa bagi seorang anak dari keluarga sederhana yang bahkan tidak memiliki akses penuh terhadap fasilitas olahraga elit ini.
Keseriusan Pratima dalam menekuni golf membuatnya akhirnya mendapat perhatian internasional. Ia pindah ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan sekaligus berlatih golf dengan fasilitas yang lebih memadai. Pertama, ia menempuh pendidikan di Santa Barbara City College, sebelum akhirnya melanjutkan ke California State University, Los Angeles. Kehidupan di Amerika memberinya kesempatan untuk berlatih bersama pelatih profesional serta mengikuti turnamen dengan standar yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang ada di Nepal.
Prestasi demi prestasi pun ia torehkan. Pada tahun 2020, Pratima dianugerahi gelar “Women’s Golfer of the Year” oleh Noozhawk, sebuah penghargaan yang menegaskan pengakuan atas bakat dan konsistensinya di lapangan. Pada tahun yang sama, namanya masuk dalam daftar bergengsi Forbes 30 Under 30 Asia kategori olahraga dan hiburan.
Tahun 2018 menjadi salah satu momen paling berkesan dalam hidupnya. Ia mendapat kesempatan langka untuk berlatih golf secara privat bersama legenda golf dunia Tiger Woods. Kesempatan tersebut datang ketika ia tengah berada di Amerika untuk mempromosikan film dokumenter tentang perjalanan hidupnya yang diproduksi ESPN.
Pada tahun berikutnya, 2019, Pratima mulai merambah ke turnamen profesional di Amerika Serikat dengan mengikuti Epson Tour (sebelumnya dikenal sebagai LPGA Futures Tour) melalui jalur sponsor exemption. Hal ini membuka jalan baginya untuk bersaing di level lebih tinggi, sekaligus menguji kemampuannya melawan pegolf-pegolf dunia.
Kini, selain terus berlatih dan bertanding, Pratima juga aktif berkontribusi dalam dunia golf sebagai program coordinator di SCGA Junior Golf Foundation sejak 2023. Peran ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya ingin berprestasi untuk dirinya sendiri, tetapi juga bertekad menginspirasi generasi muda agar lebih dekat dengan olahraga golf.
Kehidupan Pribadi dan Penghargaan
Latar belakang kehidupan Pratima Sherpa adalah kisah inspiratif yang sering menjadi sorotan media internasional. Kedua orang tuanya, Pasang Sherpa dan Kalpana Tsering, bekerja keras sebagai petugas keamanan sekaligus pemelihara lapangan di Royal Nepal Golf Club. Dari sinilah Pratima belajar bahwa dedikasi, kerja keras, dan kesabaran adalah kunci dalam meraih impian.
Bahasa yang ia kuasai juga mencerminkan keberagaman lingkungannya. Ia fasih berbahasa Nepali sebagai bahasa ibu, Inggris dalam tingkat profesional, serta memahami sedikit bahasa Hindi. Kemampuan bahasa ini mendukungnya dalam berinteraksi dengan komunitas golf internasional, sekaligus memperluas jejaringnya di dunia olahraga global.
Selama masa kuliahnya di Amerika, Pratima juga memperoleh berbagai penghargaan akademis dan olahraga, yang semakin menegaskan bahwa ia adalah sosok multitalenta yang mampu menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan karier atletiknya.
Selain itu, Pratima juga dikenal aktif sebagai duta merek dan terlibat dalam berbagai kampanye promosi golf, terutama untuk menarik minat generasi muda agar mau mengenal olahraga ini. Perannya sebagai simbol golf Nepal menjadikannya panutan yang mampu mengubah paradigma masyarakat terhadap golf yang selama ini dianggap sebagai olahraga mahal dan eksklusif.
Pratima Sherpa, Pegolf Wanita Pertama yang Berlatih Privat Bersama Tiger Woods
Salah satu momen paling bersejarah dalam karier Pratima adalah ketika ia mendapat kesempatan untuk berlatih langsung bersama Tiger Woods, salah satu pegolf terbaik sepanjang masa. Pada 24 April 2018, Sherpa bertemu dengan Woods di Medalist Golf Course, Jupiter, Florida. Pertemuan ini bukan hanya sekadar sesi latihan, melainkan perwujudan mimpi masa kecilnya.
Kisah ini bermula ketika ESPN membuat dokumenter berjudul “A Mountain to Climb”, sebuah film berdurasi 30 menit yang diproduseri oleh Kristen Lappas dan dinarasikan oleh Tom Rinaldi. Film tersebut menceritakan perjalanan hidup Sherpa dari seorang gadis kecil yang tumbuh di bangunan pemeliharaan lapangan golf hingga memiliki mimpi besar menembus LPGA Tour. Dokumenter ini ditayangkan perdana di Tribeca Film Festival di New York dan disiarkan melalui berbagai platform ESPN.
Kisah perjuangan Sherpa yang inspiratif ini menarik perhatian Tiger Woods. Mengetahui bahwa Sherpa sedang berada di Amerika untuk promosi film, Woods kemudian mengundangnya untuk berlatih privat. Selama 30 menit di driving range, Woods memberikan arahan langsung, bahkan membiarkannya mencoba stik golf miliknya. Bagi Sherpa, momen ini sangat berharga, karena ia bisa belajar dari legenda hidup yang menjadi idolanya sejak kecil.
Pertemuan ini juga memperlihatkan bagaimana sebuah kisah sederhana dari Nepal mampu menembus panggung global. Dari tinggal di bangunan pemeliharaan lapangan golf, kini ia bisa berada di sisi salah satu pegolf terbesar dunia. Momen tersebut tidak hanya membanggakan Sherpa, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Nepal yang mulai melihat golf sebagai jalan menuju mimpi.
Pratima Sherpa Menginspirasi Tiger Woods
Menariknya, pertemuan antara Sherpa dan Tiger Woods tidak hanya memberikan inspirasi kepada dirinya sendiri, tetapi juga berdampak pada Woods. Melalui akun Twitter pribadinya, Woods menyebut Sherpa sebagai sosok yang luar biasa dan penuh dedikasi. Ia menilai bahwa kerja keras dan semangat Sherpa adalah hal yang patut dicontoh oleh generasi muda, baik di dalam maupun di luar dunia golf.
Bagi Woods, bertemu Sherpa juga menjadi pengingat tentang esensi sejati golf, yakni sebuah permainan yang lahir dari kecintaan, bukan semata-mata dari fasilitas mewah atau latar belakang kaya. Woods sendiri saat itu sedang berjuang kembali setelah menjalani operasi punggung keempatnya. Pertemuan dengan Sherpa, yang penuh semangat meski berasal dari latar belakang sederhana, memberi energi positif bagi kebangkitannya.
Dalam sesi latihan, Sherpa bahkan bermain tanpa alas kaki, menunjukkan kesederhanaan dan kebiasaannya sejak kecil. Woods kagum melihat tekad dan gaya bermainnya. Ia meyakini bahwa dengan determinasi yang kuat, Sherpa memiliki peluang besar untuk menembus LPGA Tour dan menjadi pegolf profesional pertama dari Nepal.
Kisah ini kemudian menjadi viral dan mendapat banyak liputan media internasional. Dukungan terhadap Sherpa semakin mengalir, baik dari komunitas golf global maupun dari publik di Nepal. Pertemuan tersebut membuktikan bahwa inspirasi bisa datang dari siapa saja, bahkan dari seorang gadis muda yang tumbuh dalam keterbatasan di Nepal.
Kesimpulan
Pratima Sherpa adalah contoh nyata bagaimana mimpi besar bisa tumbuh dari tempat yang sederhana. Dari seorang anak kecil yang tinggal di bangunan pemeliharaan lapangan golf di Kathmandu, kini ia menjadi wajah golf Nepal yang dikenal dunia. Dengan 33 trofi di usia muda, penghargaan bergengsi seperti Forbes 30 Under 30 Asia, serta kesempatan berlatih bersama Tiger Woods, Pratima telah membuktikan bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi penghalang untuk meraih prestasi.
Selain mengejar mimpinya untuk menjadi pegolf profesional pertama dari Nepal, Pratima juga aktif menginspirasi generasi muda melalui perannya di SCGA Junior Golf Foundation. Ia ingin agar lebih banyak anak-anak, khususnya dari Nepal, memiliki kesempatan untuk mengenal golf dan menjadikannya sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Kisah hidupnya bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang keberanian, pengorbanan, dan tekad yang luar biasa. Pratima Sherpa kini bukan hanya atlet, tetapi juga simbol perjuangan dan harapan bagi Nepal serta inspirasi global di dunia golf.
[ Follow our social media Account: GoGolf Instagram | GoGolf Facebook | GoGolf X ]