Donald Trump adalah sosok unik dalam sejarah kepresidenan Amerika Serikat karena kedekatannya yang begitu erat dengan golf. Dari sisi keterampilan, ia diakui sebagai salah satu presiden dengan kemampuan bermain golf terbaik, bahkan disebut lebih unggul dari Barack Obama dan Bill Clinton. Dari sisi bisnis, ia menjadikan golf sebagai medium untuk mengembangkan kerajaan propertinya, dengan membangun lapangan-lapangan prestisius di berbagai belahan dunia.
Lebih jauh lagi, golf bagi Trump adalah sarana untuk membangun jaringan bisnis, berdiplomasi, hingga memperkuat citra dirinya sebagai seorang kompetitor dan pemenang. Namun di sisi lain, hobi ini juga memunculkan kontroversi ketika frekuensi bermainnya dianggap berlebihan hingga menimbulkan kritik dari lawan politik.
Pada akhirnya, golf menjadi bagian integral dari sosok Donald Trump. Olahraga ini tidak hanya membentuk karakternya sebagai pengusaha dan politisi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ia memadukan dunia bisnis, rekreasi, dan politik dalam satu bingkai. Bagi Trump, golf adalah cerminan dirinya: penuh strategi, penuh perhitungan, sekaligus penuh kontroversi seperti yang diulas di GoGolf Indonesia berikut ini.
Alasan Donald Trump Suka Bermain Golf dan Keterkaitannya dengan Politik
Donald Trump, sosok yang dikenal luas sebagai pengusaha real estate sekaligus Presiden Amerika Serikat ke-45, memiliki hobi yang begitu melekat dalam kehidupannya, yaitu bermain golf. Olahraga ini bukan sekadar aktivitas rekreasi baginya, melainkan juga bagian penting dari perjalanan bisnis hingga politik. Sejak muda, Trump terbiasa menghabiskan waktu di lapangan golf, baik untuk bersantai maupun membangun jejaring dengan rekan bisnis. Hal inilah yang membuat publik melihat golf bukan hanya sebagai hobi pribadi Trump, tetapi juga sebagai bagian dari strategi hidupnya.
Seiring berjalannya waktu, Trump tidak hanya dikenal sebagai seorang penggemar golf, tetapi juga sebagai sosok yang mengaitkan olahraga ini dengan politik dan diplomasi. Banyak analis menilai bahwa gaya Trump dalam memimpin—yang menekankan pada negosiasi, intuisi, dan strategi lapangan—tidak bisa dilepaskan dari kebiasaannya bermain golf. Bahkan, sejumlah pengamat menilai bahwa Trump merupakan salah satu presiden Amerika yang paling menonjol di lapangan golf.
Golf bagi Trump adalah medium untuk memperlihatkan citra dirinya: seorang kompetitor yang penuh percaya diri, seorang pengusaha yang lihai dalam membaca situasi, serta seorang pemimpin yang menikmati interaksi informal untuk mencapai kesepakatan. Maka tidak heran bila hobi ini selalu menjadi sorotan publik dan media, baik dalam konteks positif maupun penuh kontroversi.
Lebih Baik dari Barack Obama dan Bill Clinton dalam Golf
Kemampuan Trump dalam bermain golf kerap dibandingkan dengan para presiden Amerika lainnya, terutama Barack Obama dan Bill Clinton yang juga dikenal sebagai penggemar olahraga ini. Berbagai laporan menyebutkan bahwa Trump dianggap memiliki keterampilan golf yang lebih baik dibandingkan keduanya. Bahkan, bintang olahraga ternama seperti Tom Brady pernah memberikan pujian terhadap kualitas permainan Trump di lapangan.
Trump sendiri dikenal sebagai sosok yang serius ketika berada di lapangan golf. Ia tidak hanya sekadar bermain untuk bersenang-senang, melainkan berkompetisi dengan sungguh-sungguh. Sepanjang kariernya sebagai pegolf amatir, ia berhasil memenangkan 19 kejuaraan golf—sebuah pencapaian yang jarang dimiliki oleh presiden Amerika Serikat. Salah satu momen paling ikonik dalam perjalanan golf Trump adalah ketika ia mencetak hole-in-one di AT&T Pebble Beach Pro-Am pada tahun 1993. Prestasi ini menegaskan bahwa keterampilan Trump di lapangan golf tidak bisa dipandang sebelah mata.
Pada usia 71 tahun sekalipun, Trump masih mampu memukul bola dengan baik dari fairway, menunjukkan konsistensi permainan yang stabil. Ketekunannya dalam menjaga kemampuan fisik dan teknik bermain golf menjadi bukti bahwa olahraga ini benar-benar bagian dari hidupnya. Dibandingkan dengan Obama yang lebih sering menjadikan golf sebagai sarana relaksasi, Trump memandang golf sebagai ajang kompetisi dan representasi dirinya sebagai seorang pemenang.
Kecintaannya pada golf juga tercermin dalam bisnis propertinya. Trump telah membangun dan mengakuisisi sejumlah lapangan golf bergengsi, antara lain Trump Turnberry di Skotlandia, Menie Estate di Aberdeenshire, Trump International Golf Club di West Palm Beach, dan Trump International Golf Club Dubai. Lapangan-lapangan ini tidak hanya menjadi aset bisnis, tetapi juga simbol pengaruh global Trump dalam dunia golf. Dengan langkah tersebut, Trump ingin menunjukkan bahwa ia tidak hanya sekadar pecinta golf, melainkan juga bagian dari sejarah olahraga ini.
Golf sebagai Sarana Bisnis dan Diplomasi Politik
Bagi Trump, golf bukan hanya olahraga, tetapi juga instrumen penting dalam bisnis dan politik. Ia sering menyebut bahwa golf dan bisnis memiliki kesamaan mendasar: keduanya membutuhkan strategi, kesabaran, kecerdasan, serta kemampuan membaca situasi. Dalam permainan golf, seorang pegolf harus mampu mengatur strategi, menilai arah angin, kondisi lapangan, hingga memilih stik yang tepat. Hal serupa juga berlaku dalam dunia bisnis dan politik, di mana pengambilan keputusan harus melalui pertimbangan matang.
Atmosfer lapangan golf yang tenang dan jauh dari suasana formal kantor membuat permainan ini menjadi tempat ideal untuk melakukan negosiasi. Banyak perjanjian bisnis besar, bahkan diskusi politik penting, terjadi di lapangan golf. Trump memanfaatkan momen ini untuk membangun hubungan dengan rekan bisnis maupun kolega politik. Ia percaya bahwa dalam suasana santai, orang cenderung lebih terbuka untuk berdiskusi, sehingga negosiasi dapat berlangsung lebih cair.
Selain itu, golf juga melatih kemampuan konsentrasi dan fokus. Trump kerap menekankan bahwa bermain golf membantunya meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan. Seorang pegolf tidak bisa sembarangan memukul bola; setiap pukulan membutuhkan kalkulasi yang tepat. Hal inilah yang menurut Trump dapat diaplikasikan dalam kepemimpinan, di mana setiap kebijakan harus didasarkan pada analisis dan strategi yang matang.
Pendekatan Trump dalam menjalankan pemerintahan pun sering dianggap mirip dengan caranya bermain golf: lebih mengandalkan intuisi, strategi bisnis, dan komunikasi personal, dibandingkan dengan pendekatan birokrasi yang formal. Oleh karena itu, golf menjadi simbol gaya kepemimpinan Trump yang berbeda dari presiden-presiden sebelumnya.
Kontroversi: Waktu Bermain Golf yang Terlalu Banyak
Meski golf memberikan manfaat bagi Trump dalam bisnis maupun politik, hobi ini juga menimbulkan banyak kontroversi. Salah satu kritik terbesar yang muncul adalah frekuensi Trump bermain golf selama menjabat sebagai presiden.
Dalam tahun pertamanya sebagai Presiden Amerika Serikat, Trump tercatat telah menghabiskan sekitar 91 hari untuk bermain golf. Artinya, hampir seperempat dari tahun pertamanya digunakan di lapangan golf. Jika dibandingkan dengan Barack Obama yang hanya memainkan sekitar 26 putaran golf dalam tahun pertama, jumlah Trump jelas jauh lebih tinggi. Bahkan, ia tercatat bermain 39 putaran atau lebih dalam kurun waktu satu tahun.
Kontroversi semakin memanas ketika Trump terlihat bermain bersama sejumlah pegolf profesional dari PGA Tour setelah liburan Natal. Hal ini dianggap tidak pantas oleh sebagian kalangan, mengingat posisinya sebagai presiden yang seharusnya fokus pada urusan pemerintahan. Kritikan pun datang dari lawan politiknya yang menuduh Trump mengabaikan tanggung jawabnya demi hobi pribadinya.
Meski demikian, Gedung Putih berulang kali menegaskan bahwa aktivitas golf Trump sebagian besar dilakukan pada akhir pekan, sehingga tidak mengganggu pekerjaan resminya sebagai presiden. Kendati begitu, opini publik tetap terbelah. Sebagian melihat golf sebagai sarana Trump untuk menjaga kesehatan mental dan fisik di tengah tekanan pekerjaan, sementara sebagian lainnya menilainya sebagai bentuk kelalaian dalam mengemban tugas negara.
Kontroversi ini memperlihatkan betapa besar pengaruh golf dalam kehidupan Trump. Hobi yang seharusnya menjadi kegiatan santai justru berubah menjadi isu politik yang terus diperdebatkan hingga kini.
[ Follow our social media Account: GoGolf Instagram | GoGolf Facebook | GoGolf X ]